Sunday, February 12, 2017

Fiber Terminology - Istilah yang sering digunakan dalam Fiber Optik


Posting ini adalah catatan kecil yang saya ambil dari berbagai sumber tentang istilah-istilah atau terminology yang sering digunakan pada teknologi Fiber Optik.


No. Terminology Penjelasan
1 Launch Power Launch Power adalah amplitude (atau energy) cahaya pada saat meninggalkan fiber transmitter. Level energy ini biasanya diukur dalam decibels relative to 1 mW (dBm)..
2 Receive Sensitivity Receive Sensitivity adalah energy minimum yang dibutuhkan fiber receiver untuk mendeteksi incoming signal. Level energy ini juga diukur dalam decibels relative to 1 mW (dBm).
3 Receive Saturation Receive Saturation adalan input daya maksimum sebelum overdriving receiver. .
4 Power Budget Power Budget atau Fiber Budget adalah hasil pengurangan receive sensitivity dari Launch Power.  Power budgets bukan ukuran  energy dan diukur dalam decibels (dB). Power budget mengacu pada jumlah loss sebuah datalink yang dapat ditoleransi (antara transmitter dan receiver).
5 Loss budget Loss budget adalah jumlah loss yang dimiliki jaringan kabel. Loss Budget dihitung dengan menjumlahkan rata-rata loss semua komponen yang digunakan dalam jaringan kabel untuk mendapatkan perkiraan total end to end.
6 Attenuation Attenuation atau redaman adalah loss atau berkurangnya power optic sebagai cahaya yang berjalan melalui fiber optic. Attenuation pada fiber optik dinyatakan dalam coefisient attenuation yang didefinisikan sebagai loss per panjang fiber ( dB/km)
7 Scattering Scattering (sering dinyatakan sebagai Rayleigh Scattering) adalah refleksi dari sejumlah kecil cahaya ke semua arah dalam perjalanannya didalam fiber. Beberapa cahaya keluar dari core, walaupun sebagian kembali ke asalnya (backscattered light adalah apa yang terlihat pada Optical Time Domain Reflectometer / OTDR).
8 Dispersion Dispersion adalah fenomena terjadinya degradasi sinyal optik karena adanya perubahan bentuk sinyal optik, pada saat propagasi dimana terjadi light spectral (penyebaran cahaya), karena adanya perbedaan kecepatan maupun loss dari panjang gelombang yang berbeda.

Catatan :

  • Overdriving receiver biasanya terjadi ketika menggunakan single-mode dengan attenuation yang rendah. Overdriving receiver dapat membuat kesalahan data atau kegagalan untuk mendeteksi data . Tingkat energi ini diukur dalam desibel relatif terhadap 1 mW (dBm).
    Untuk menghindarinya, penting untuk menghitung maksimum kekuatan sinyal.

  • Attenuation

    Semakin panjang fiber dan semakin jauh cahaya berjalan, semakin banyak sinyal optik yang diredam. Nilai attenuation bervariasi, tergantung pada type fiber dan panjang gelombang operasinya. Sebagai contoh, pada Fiber optik λ=1310 single mode mempunyai attenuation 0,35 dB/km

  • Dalam fiber single-mode, Chromatic dispersion memiliki dua komponen : material dispersion dan waveguide dispersion

Referensi :
  • (www.ofsoptics.com/ofs-fiber)
  • www.thefoa.org
  • www.cisco.com

No comments:

Post a Comment