Friday, March 16, 2018

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

DHCP Overview

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protocol client/server yang didesain untuk mengkonfigurasi host yang digunakan pada jaringan TCP/IP.

DHCP bertugas unruk memberikan IP Address kepada client secara dynamic dari pool IP Address yang dikelola oleh server DHCP . Disamping itu, DHCP server juga bisa memberikan IP Address Gateway dan IP Address DNS kepada Client

Alokasi DHCP

DHCP dapat dialokasikan secara Statik dan Dynamic DHCP Server mempunyai database yang berisi bind antara MAC Address dan IP Address

Sebagai contoh :
Ketika laptop yang mempunyai interface dengan MAC Address 9c:b6:54:c0:be:ae jika terkoneksi ke server tersebut, akan diberikan IP Address 192.168.1.2



DHCP mempunyai database yang digunakan untuk dynamic DHCP .

Ketika client meminta IP Address secara temporer, maka DHCP server melihat IP address yang ada didalam pool dan memberikan ke client dalam batas waktu tertentu.


Cara Kerja DHCP

DHCP server dan client dapat bekerja pada network yang sama atau network yang berbeda

Server dan Client pada Network yang sama

Pada DHCP server dan DHCP client yang berada pada network yang sama, dapat diilustrasikan sebagi berikut :

Gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. DHCP server memberikan perintah passive open pada UDP nomor port 67 dan menunggu client.
  2. Client mengirim command active open pada nomor port 68, dengan destination port 67, menggunakan source IP Address 0.0.0.0 dan destination IP Address 255.255.255.255
  3. Server merespon pesan secara broadcast atau unicast menggunakan source port 67 dan destination port 68. Respon dapat berupa unicast karena server DHCP mengetahui IP Address client dan physical address client, yang berarti tidak membutuhkan ARP untuk memappingkan dari logical ke physical address. Namun , ada sistem yang tidak mengijinkan untuk melewati ARP sehingga harus menggunakan broadcast address
Server dan Client pada Network yang berbeda

Pada DHCP server dan DHCP client yang berada pada network yang berbeda, dapat diilustrasikan sebagi berikut :



Cara kerja pada gambar dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. DHCP request dikirim secara broadcast, karena client tidak tahu IP Address server.
  2. Datagram IP broadcast tidak bisa melewati router, sehingga dibutuhkan intermediary, sebuah host atau router yang dapat dikonfigurasi untuk beroperasi pada layer aplikasi yang dapat digunakan sebagai relay. Host ini dikatakan relay agent
  3. Relay agent mengetahui alamat unicast dari DHCP server dan mendengar pesan broadcast pada port 67. Ketika relay agent menerima tipe paket ini, dia mengencapsulasi pesan didalam datagram unicast dan mengirimkan request ke DHCP server. Paket yang membawa unicast destination address diroutekan ke router-router dan mencapai DHCP server. DHCP server mengetahui pesan yang datang dari relay agent karena sebuah field didalam request message mendefinisikan IP address dari relay agent. Relay agent, setelah menerima reply, mengirimkan ke DHCP client.
Referensi
Forouzan, Behrouz A., TCP/IP protocol Suite, Fourth Edision, New York, MacGraw-Hill Companies, 2010

No comments:

Post a Comment